Friday, 23 December 2016

Toleransi Kebablasan

0 komentar
Anehnya negeri ini adalah, sebagian besar penduduknya Muslim, tapi negaranya jarang sekali memperhatikan perasaan mayoritas, sebaliknya sangat peduli dengan yang minoritas

Malah, lebih peduli pada minoritasnya dan akhirnya menyebabkan yang mayoritas jadi tertindas, bahasa kerennya, tirani minoritas atas mayoritas, yang banyak harus mengalah

Persis seperti kecelakaan yang melibatkan mobil dan motor, kaidah yang dipakai "yang besar pasti yang salah", ini kesalahan berpikir, dan kesehariannya kita lihat di negeri kita

Bagaimana bisa, saat perayaan satu agama minoritas tertentu, tapi seluruh ummat Muslim diminta berpartisipasi? Bila tidak lalu dituduh anti-bhinneka, anti NKRI, tidak toleran

Bagaimana bisa, saat para ulama memberikan arahan pada ummat Muslim untuk tidak terlibat apapun dalam perayaan agama lain, lantas pejabat negara ada yang merasa terganggu?

Inilah toleransi kebablasan, saat adil itu dianggap sama rata, "Kita harus mengucap natal, pake atribut mereka, sebab mereka juga ucap lebaran dan pakai atribut juga ketika lebaran"

Campuraduk agama, padahal kerukunan ummat beragama itu ada ketika kita memahami agama masing-masing dan tidak memaksa orang lain ikut agama kita, dan itulah Islam

MUI adalah para ulama yang memahami agama, dan Islam adalah aturan dunia akhirat, harusnya keputusan ulama itulah yang jadi standar toleransi, yaitu bagimu agamamu bagiku agamaku

Apa yang tak bisa ditawar dalam Islam? Itulah aqidah. Maka mengakui, mengikuti, berkontribusi, menmberi selamat pada perayaan ibadah agama lain, jelas haram dalam Islam

Saya sih, sadar diri bahwa ilmu saya jauh dari ulama, maka saya ikut saja keputusan ulama. Entah mereka yang masih membantah, sebab bila sudah tentang aqidah, kita harus ekstra hati-hati

Toleransi kita sederhana, lakum diinukum wa liya diin, harusnya mereka yang merasa tak enak kalau memaksa kita ikut dalam perayaan mereka, bukan kita yang merasa begitu

Makasi videonya Hijab Alila, manfaat sekali dalam menyederhanakan ide tentang toleransi dalam Islam, #BagimuAgamamuBagikuAgamaku

video


Thanks Ustadz Felix Siauw

Hentikan, Bila Tidak Bisa, Simpangkan!

0 komentar
Telah sampai kepada kita berbagai cara yang ditempuh Quraisy jahiliyyah untuk memalingkan dan menghentikan dakwah Rasulullah saw sebab mereka merasa terancam dengannya

Mereka mencoba menawarkan harta, tahta dan wanita, lewat paman beliau Abu Thalib, agar Rasulullah saw berhenti berdakwah dan mengkritik kedzaliman pembesar Quraisy

Mereka memperoleh jawaban tegas dari Rasulullah saw, bahwa seandainya matahari dan bulan ditimpakan pada tangan beliau, beliau tetap takkan menghentikan dakwahnya

Maka Quraisy mencoba penyesatan lain "Sekiranya engkau tidak keberatan mengikuti kami (menyembah berhala) selama setahun, kami akan mengikuti agamamu selama setahun pula"

Maka turunlah surah Al-Kafirun, yang berisi panduan Allah tentang interaksi dengan orang kafir. Inilah toleransi dalam Islam, biarkan mereka dengan ibadah mereka, kita dengan cara kita

Toleransi bukan mencampur antara haq dan bathil dengan dalih "ini kan cuma..", atau "ini menghormati..", padahal tanpa sadar kita sudah berbuat tanpa panduan Allah dan Rasul-Nya

Sebab turunnya surah Al-Kafirun sudah jelas, saat Quraisy tak bisa membujuk Rasulullah saw dengan harta, tahta, wanita, mereka pakai cara 'halus' menyimpangkan kemurnian ibadah

Tak ada manusia langsung tersesat, awalnya sedikit, hanya, cuma, esok-esok bertambah dan bertambah, tanpa sadar kita sudah tak ada beda antara Muslim dan kafir, sama aktivitasnya

Berteguhlah pada agama Islam dan nasihat ulama, berpegang pada agama itu bukan fanatik tapi punya prinsip, ketahui agamamu sebelum kamu ingin tahu tentang agama orang lain

video

Pasang Iklan

0 komentar
Mulai bulan Desember 2016,  membuka kesempatan bagi mereka yang ingin beriklan di blog ini. Materi iklan bebas namun tidak boleh berisi unsur unsur SARA dan pornografi serta konten ilegal yang bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

Tarif Iklan dan tempat yang tersedia sebagai berikut :

1. Banner Header (Leaderboard 728px X 90px) (Tersedia)

    1 Bulan       : Rp. 50.000

    3 Bulan       : Rp. 75.000

    6 Bulan       : Rp. 150.000

    1 Tahun      : Rp. 300.000

2. Banner Di Bawah Tulisan (468px X 60px) (Tersedia)

    1 Bulan       : Rp. 25.000

    3 Bulan       : Rp. 50.000

    6 Bulan       : Rp. 100.000

    1 Tahun      : Rp. 175.000

3. Iklan Banner 300px X 250px Pada Sidebar (Tersedia)

  1 Bulan       : Rp. 25.000

    3 Bulan       : Rp. 50.000

    6 Bulan       : Rp. 100.000

    1 Tahun      : Rp. 175.000

4. Banner Sidebar (Kotak 150px X 150px) (Tersedia)

    1 Bulan       : Rp. 10.000

    3 Bulan       : Rp. 30.000

    6 Bulan       : Rp. 60.000

    1 Tahun      : Rp. 100.000


Iklan review :

Untuk iklan review, tulisan dibuat sendiri oleh pemasang iklan sementara, hanya menyediakan tempat saja. Materi tulisan tidak boleh bertentangan dengan tema pokok blog ini yaitu tentang Agama dan teknologi informasi. Bahasa review bebas baik bahasa Indonesia, Inggris atau bahasa yang lainnya.

Kebijakan :

    Materi iklan bebas tetapi tidak mengandung unsur yang melecehkan SARA, pornografi dan konten ilegal yang bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

    Materi iklan dibuat sendiri oleh pemasang iklan sesuai dengan desain yang diinginkan dan ukuran yang tersedia kecuali iklan text.

    Pemilik blog berhak menolak iklan yang tidak sesuai dengan kebijakan ini.

    Ketersediaan tempat sangat terbatas, oleh karena itu berlaku sistem lelang, siapa yang melakukan penawaran tertinggi diatas tarif diatas dialah yang berhak dipasang iklannya menurut periode waktu yang diinginkan.

    Perpanjangan periode waktu iklan paling lambat diterima seminggu sebelum masa tayang iklan habis.

    Kebenaran isi iklan yang ditayangkan diluar tanggung jawab pemilik blog.

    Kegagalan penayangan iklan akibat dari kesalahan yang bukan dilakukan oleh pemilik blog seperti server down atau lain sebagainya bukan menjadi tanggung jawab pemilik blog.

    Tarif diatas dapat berubah setiap saat sesuai dengan kondisi blog ini.

    Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubung penulis melalui email di : ekawidodo33@gmail.com

Cara Pasang Iklan :

    Tentukan posisi iklan yang anda inginkan, lalu lihat tarif serta ketersediaan tempat seperti terlihat pada daftar diatas.

    Kirimkan materi iklan berupa banner sesuai dengan ukuran yang diinginkan berikut link yang dituju untuk iklan tersebut.

    Pengiriman materi iklan bisa ke email : ekawidodo33@gmail.com

    Silakan transfer dana sesuai dengan tarif yang tercantum diatas ke rekening bank yang tertera di bawah.

    Setelah dana di transfer, silakan konfirmasi via email ke :  ekawidodo33@gmail.com atau sms ke nomor 082211121305.

    Iklan akan segera dimuat sesuai dengan keinginan pemasang iklan.

Daftar Rekening Bank :

Bank BRI
An : Eka Widodo
Nomor acc : 083801058232539
Bank BRI Cabang Pasar Kemis Tangerang


Atau bisa via paypal ke akun : ekawidodo33@gmail.com

Banner Medsos

0 komentar
https://www.facebook.com/OfficialAccountAkew

https://twitter.com/DNsAkew

https://www.instagram.com/dnsakew/

Nikah Muda, Kenapa Tidak?

0 komentar


 Lho koq menikah muda? Ya, ini pilihan sih. Tapi, kalau sudah siap sejak muda, ngapain nunggu lama-lama untuk menikah. Kisaran nikah muda itu di usia 22-25 tahun. Biasanya 22 tahun itu usia lulus kuliah. Jika mempersiapkan diri dengan baik saat kuliah, insya Allah kamu telah siap untuk menikah. Kalau belum siap di usia 22 tahun, bolehlah di usia 23-25 tahun. Karena, Nabi Muhammad saw., menikah saat usia 25 tahun. (Baca tulisan lain: Hukum Menikah Muda.)

Banyak keuntungan menikah muda. Tetapi, tentu saja dengan catatan yang bersangkutan sudah mempersiapkan diri dengan baik. Beberapa keuntungan menikah mudah diantaranya;

Pertama, ikatan cinta suami istri insya Allah akan terjalin lebih kuat karena keduanya memulai dari awal. Dari sama-sama nggak punya apa-apa dan bukan siapa-siapa. Ini akan berbeda cita rasanya dengan orang yang menikah saat sudah mapan. Saat sudah punya semuanya. Cita rasa berjuang dari awal tidak didapatkan. Mereka yang menikah saat sudah mapan tidak akan merasakan suka duka perjuangan berdua menata masa depan. Saat tidak punya uang karena di PHK atau usaha yang dirintis bangkrut, di situlah terasa sekali perjuangan bersama pasangan untuk bangkit sampai akhirnya meraih kesuksesan. Mengenang perjuangan masa itu, mesti akan terajut jalinan cinta lebih kuat lagi antara suami istri.

Kedua, memiliki waktu lebih awal untuk berjuang bersama menata masa depan. Orang yang menikahnya telat tentu saja waktu mereka untuk berjuang menata masa depan menjadi terkurangi. Dalam hal ini, memang banyak orang yang menurut kami, salah paham. Mereka memilih menunda nikah dengan alasan belum mapan, jadi nunggu mapan dulu. Padahal, terbalik tuh logika berpikirnya. Menurut saya, menikah dulu, insya Allah akan dimapankan (baca juga tulisan lain: Tidak akan menikah Sebelum Sukses)
“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya), Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur: 32)

Ketiga, memiliki waktu lebih awal untuk memiliki keturunan. Belum tentu lho ketika menikah langsung dikaruniai anak. Ada yang harus menunggu tiga, empat, lima, bahkan sepuluh tahun. Teman kami harus menunggu sepuluh tahun baru dikaruniai anak. Dengan menikah muda, kamu punya cukup space waktu. Sukur alhamdulillah jika langsung dikaruniai anak. Artinya, saat kamu usia 50 tahun nanti, anak-anak sudah dewasa dan mandiri. Kamu sudah tidak terbebani lagi dengan tanggung jawab terhadap anak-anak. Baca tulisan lain: Dampak pernikahan Dini.

Keempat, lebih mampu menjaga kesucian dan kehormatan diri. Di era teknologi informasi sekarang ini, kemaksiatan semakin merajalela sampai masuk ke ruarng-ruang pribadi. Kemaksiatan terletak di ujung keyboard laptop dan keypad handphone. Paparan maksiat seputar pornografi menyerang anak-anak muda tanpa ampun. Selain memperteguh iman, salah satu upaya yang bisa menangkal adalah dengan menikah.

Pemuda yang sudah mapan, namun menunda-nunda menikah, sangaat berpotensi terperangkap dalam maksiat. Apalagi di zaman sekarang yang godaannya luar biasa. Jangan sampe kejadian deh. Nikmatnya sesaat, namun doa dan efeknya besar banget. Bila tidak segera ditobati dengan tobat nasuha, efeknya bisa sampe ke akhirat.

Oleh karena itu, jangan menunda menikah bagi yang sudah mapan dan siap. Insya Allah dengan menikah, hidup kamu akan lebih bermakna dan bahagia. Bagaimana pun berdua lebih baik daripada sendiri. So, menikah muda, siapa takut?!


Sponsor